Sunday, April 17, 2011

I'm Nothing Like Them but I'm Happy for Them

Menurut gue jadi diri sendiri itu ya lo harus pede dan seneng ama apa yang lo punya. Kalo ada orang lain, teman-teman dekat lebih tepatnya, jauh lebih beruntung atau cemerlang misalnya, ya yaudah cuekin aja nggak usah disirikin. Contohnya teman-teman dekat gue di UI pada jago nari, design, dan lain-lain. I'm nothing like them but I'm happy for them. Gue nggak minder karena gue nggak bisa kayak mereka, tapi gue lihat aja kelebihan dan kekurangan masing-masing apa and belajar dari itu. Kalo mau bersyukur, syarat pertama itu menurut gue harus tulus buat seneng ketika temen-temen deket kita jauh lebih segala-galanya dibandingin ama kita. Kalo ama temen-temen deket aja sirik-sirikan, nggak bakal bisa deh bersyukur. Gue selalu berusaha untuk menjadi diri sendiri setiap saat. Gue ini orangnya cuek dan nggak pedulian sih ya. Gue cuma nggak menjadi diri sendiri di depan orang tua gue hahaha. Habisnya gue ini nggak terlalu deket dan jarang curhat ama orang tua gue jadi ya gue berusaha buat jadi anak sebaik mungkin aja :)

Menjadi Diri Sendiri=Implementasi Rasa Syukur

Menjadi diri sendiri adalah suatu keadaan di mana kita selalu brsyukur atas segala yang Tuhan berikan kepada kita. Yang pasti, Tuhan yang menciptakan kita, beliau tahu apa yang terbaik buat kita, segala sesuatu yang beliau berikan ada hikmah & tujuan dalam penciptaannya. So, jadi diri sendiri bisa diartikan implementasi dari rasa syukur atas apa yang Tuhan berikan kepada kita.
Selama kita tidak dapat bersyukur atas segala yang kita miliki, saat itulah semua kelebihan yang kita punya akan tertutupi, & saat itulah kita akan selalu merasa kurang, sehingga kita akan selalu merasa sangat "kecil" di depan orang lain, apalagi di hadapan Tuhan.

do the best all the time

Menjadi diri sendiri itu percaya dan mengoptimalkan kemampuan, keunikan, dan potensi diri sendiri. Menjadi diri sendiri lebih baik daripada mencoba menjadi orang lain yang lebih baik.
Menurutku, menjadi diri sendiri itu perlu, kudu, harus, dan wajib. Tapi tidak memungkinkan juga untuk 'meniru' orang lain, tentu saja dalam hal baik yang dapat kita ambil. Karena dalam hakikatnya kita hidup berdampingan, kita tidak sendiri. Perilaku kita, kebiasaan kita, kemampuan kita juga dipengaruhi oleh orang sekitar dan lingkungan.

Yang aku lakukan untuk menjadi diri sendiri yaitu 'do the best all the time', lakukanlah yang terbaik untuk setiap pekerjaanmu, jangan setengah-setengah, optimalkan apa yang kita punya selama ini.

Manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna, tetapi di antara manusia itu sendiri tidak ada manusia yang paling sempuna, karena manusia mempunyai kelebihan dan kekurangan yang berbeda

Setiap Tindakan adalah Diri Sendiri

Menjadi diri sendiri itu jangan pernah menonton tv, membaca ataupun berbicara dengan siapapun semenjak lahir...
Diri saya saat ini adalah akibat dari sedemikian banyak peristiwa yang mana anak kembarpun tidak akan mendapati peristiwa yang sama... jadi setiap tindakan adalah diri sendiri...

Untungnya Jadi Diri Sendiri Bukan Kesalahan, Apalagi Dosa!

Menjadi diri sendiri itu saat kita tampil beda dari orang lain, toh kita juga diciptain beda-beda, nggak ada yang sama persis, so ngapain sama kaya orang lain?
Dan, untungnya jadi diri sendiri bukan kesalahan, apalagi dosa, jadi nggak perlu tuh takut, malu, apalagi ragu jadi diri sendiri..
Berani nyatain pendapat, berani nggak ngikutin arus pasar, berani bertanggung jawab tentunya, salah satu dari banyak cara jadi diri sendiri...

Ya, nggak ada yang sempurna memang, tapi gue cukup bahagia kok sama diri sendiri gue sekarang, soalnya gue punya orang yang gue sayang, orang yang sayang gue juga banyak (masa sih?haha), jadi gue cukup jadi diri gue sendiri, biar orang yang gue sayang bisa makin seneng, dan orang yang sayang gue makin banyak... Hahaha

Saat menjadi diri sendiri, tiap saat jadi diri sendiri tentunya, tapi namanya "diri sendiri" kan bisa berubah tuh, bisa aja dalam 4 tahun kuliah, sifat, penampilan gue berubah, intinya jadi "diri sendiri" nya tuh dinamis lah, nggak bisa gue sekarang sama kaya gue 1 detik yang lalu..

Memaksimalkan Kelebihan!

Menjadi diri sendiri adalah ketika kita sudah mengenali dengan jelas dan sadar siapa diri kita, termasuk mengenali kelebihan dan kekurangan diri kemudian menjalani hidup sebagai diri sendiri dan dengan cara yang dimengerti dan oleh diri sendiri.
Cara mensyukuri adalah jangan mengeluhkan kekurangan tapi maksimalkan kelebihan dan kalau bisa perbaiki kekurangan itu, dan selalu menjadi diri sendiri selama sadar masih hidup sebagai manusia.

Selagi Kita Nyaman, Kenapa Tidak?

Menjadi diri sendiri itu seperti kita sedang makan ayam menggunakan tangan di depan banyak orang, menjilati sisa es krim di bungkus atau melakukan kebodohan di depan orang yang kita suka. Ya dengan kata lain tetap bertingkah dan berperilaku dalam batas kewajaran dan kenyamanan yang sesuai dengan diri kita, selagi kita nyaman kenapa tidak?
Untuk apa berpura pura menjadi pribadi yang sangat bertolak belakang dengan pribadi sendiri? Sangat tidak nyaman dan menjengkelkan pastinya. Terimalah perbedaan-perbedaan dan keterbatasan-keterbatasan manusia. Ingat bahwa pribadi mempunyai hak untuk berbeda dengan orang lain dan jangan menjadi pribadi yang mudah diubah sifat dan sikap oleh orang lain. Tapi kalo kebiasaan buruk yang sangat nggak wajar dan ada kritik membangun ya diterima dan disyukuri, baiknya lagi kalo ada perbaikan...
Selalu berpikir positif dan sesuai penjelasan di atas, nggak gampang dibelokkan kepribadiannya.

Menurut saya pribadi menjadi diri sendiri, ya di segala situasi karena itu yang akan menjadi pembeda dengan orang lain. Apa iya ingin menjadi pribadi dengan kehidupan yang statis dalam dunia yang dinamis? Ah itu membosankan!!

Kalau Bukan Kita, Siapa Lagi?

Menjadi diri sendiri adalah sesuatu yang harus dilakukan oleh setiap orang. Terkadang banyak sekali orang yang tidak percaya diri dengan keadaan dirinya sendiri, misal, mencoba menjadi Perfect dihadapan pacarnya, ingin selalu diliat "WAH" oleh pasangannya, dan selalu ingin dikenal sebagai seorang yang "SEMPURNA" oleh lawan jenisnya...

Tapi dia tidak tahu, bahwa lawan jenis kita atau siapa pun yang kita ingin terlihat WAH, SEMPURNA di depannya itu merasakan hal yang sama dengan dia, si dia juga ingin menjadi sesuatu yang WAH, SEMPURNA di depan kita. Jika hal ini terus berlanjut, maka kedua pihak akan selalu merasa tersiksa dan merasa tidak nyaman dengan keadaan tersebut.

Oleh karena itu diperlukan sikap saling terbuka dan saling jujur di antara kita dan saling mengerti dan menerima dengan keadaan dan diri orang lain, janganlah mempermasalahkan hal tersebut, toh kita memang dari awalnya diciptakan berbeda beda jika diliat dari materi dan duniawi, kalau menurut agamaku ya, ada ayat yang menyatakan bahwa kita itu diciptakan berbangsa bangsa dan bersuku suku, tidak lain untuk kita saling mengenal dan di ayat lain juga menyatakan bahwa semua manusia itu sama, yang membedakan adalah ketakwaan kita.

Jadi tidaklah masalah dengan keadaan diri kita, terimalah diri kita apa adanya, kalau bukan kita sendiri yang menerima keadaan kita, siapa lagi yang akan melakukannya..

So, percayalah..percayalah..hehe..ingat..kita diterima orang itu bukan karena kesempurnaan kita, tapi karena kita memang dibutuhkan, dan kebutuhan dari setiap orang itu tidak sama..okee..terima kasih..semoga bermanfaat..hehe..

Saturday, April 2, 2011

Saya Tidak Sempurna, Namun Tidak Menyerah dengan Menerima yang "Apa Adanya" Saja

Menjadi diri sendiri intinya berusaha dengan maksimal atas potensi dan kemampuan yang dimiliki, sekaligus terus berusaha untuk memperbaiki dan menambah kualitasnya dan yang paling penting adalah kebermanfaatan untuk sekitar.
Hidup cuma satu kali, tidakkah sia-sia kalau tidak menjadi diri sendiri.

Sering kali orang beranggapan menjadi apa adanya adalah salah satu cara untuk mensyukuri hidup, saya pribadi kurang setuju, karena secara tidak langsung hal ini menutup semangat untuk kemajuan.

Cara bersyukur yang saya jalani selama ini, tidak cepat puas atas apa yang telah diraih, saya pun setuju dengan kalimat, tidak ada manusia yang sempurna, karena dengan demikian manusia akan terus berusaha untuk menjadi lebih baik. Namun, tidak sejalan bila kalimat itu menjadi alasan untuk menyerah dan menerima yang "apa adanya" saja.

waktu yang paling tepat untuk menjadi diri sendiri adalah saat ini juga, kapan pun dan di manapun.

Wednesday, March 23, 2011

Menjadi Tuan untuk Diri Sendiri

Menjadi diri sendiri itu menurutku bebas. Bukan berarti tanpa aturan, melainkan turut memperhitungkan pakem-pakem serta keberadaan orang lain.

Balik lagi, menjadi diri sendiri itu jujur. Jujur pada apa yang kita suka dan tidak suka. Ketika kamu sudah melakoni kegiatan yang kamu cintai, di situlah saat ketika kamu menjadi diri sendiri.

Entah mengapa hingga sekarang prinsip saya masih "Kerjakanlah apa yang kamu cintai, bukannya cintailah apa yang kamu kerjakan." Karena, ketika saya mulai merasa membohongi diri dan memaksakan suatu rasa ke dalam diri saya, kok rasanya seperti sudah bermain peran, dan terkesan saya tidak jujur... munafik... bukan menjadi diri sendiri.

Nah, itu sampai sekarang sering saya lakukan. Maka seringkali saya tidak bahagia dan tidak puas karena saya bagai robot yang harus ikut ke sini dan ke sana. Saya tidak betah dikontrol, diatur, dan dipaksa terpaku pada nilai atau norma tertentu. Toh saya mempunyai otoritas atas tubuh saya sendiri. Aku orangnya njelimet, dan itulah aku ketika menjadi diri sendiri. Hehehe..

Pastinya, makin ke sini, aku belajar untuk menerima dan memaklumi diri sendiri, bahwa masing-masing kita ini berbeda satu sama lain. Tidak perlu menyesali betapa diri saya ini kurang supel dibanding orang lain. Justru dengan melepaskan rasa sesal itu, malah kita dapat menjadi orang yang lebih legawa dan bisa supel menurut gaya kita sendiri. Saya unik, aneh, atau apalah.. dan saya bahagia akan label itu :)) Mungkin itu jadi salah satu caraku mensyukuri ketidaksempurnaanku.

Bahwa ada sesuatu yang Tuhan simpan dalam diri kita, yang harus diasah, dan tidak akan kelihatan kalau kita terus bercermin pada orang lain. Ada saatnya kita melihat seseorang sebagi role model, namun ada saatnya juga kita berbicara kepada diri kita, "Halo.. saya widha.. tubuh, jiwa, pikiran, dan hati.. Widha yang asli itu seperti apa ya??"

aku merasa jadi diri sendiri ketika sedang mengerjakan hobiku.
Melukis, menulis, membaca, crafting, melamun lalu ketiduran, jalan kaki di trotoar, berkomentar sesuai isi hatiku, berenang, ribet ngatur warna untuk pakaian yang kukenakan seharian itu, mengekspresikan perasaan sayang kepada orang yang aku cintai dengan leluasa, dll.
Indikator yang menunjukkan kalau aku telah menjadi diri sendiri itu gampang: aku puas, lebih mudah tersenyum, memandang dunia lebih luas dan tidak hanya sebatas emosi, waktu seakan berjalan lebih cepat, dan cobaan rasanya lebih nikmat untuk dijalani.

Tuesday, March 22, 2011

It's About Knowing Who You Were, are and Want to be...

I guess it's about knowing who you were, are and want to be. Making decisions in life true to that core value.
By continually questioning who I want to be, terus berkembang dan belajar. Karena kalau untukku, core value adalah terus mencari tahu. Dengan itu aku menjadi diri sendiri.

Idealnya, setiap saat, harus bisa menjadi diri sendiri.

...mencintai dengan sederhana

Jadi diri sendiri itu proses panjang berdamai dengan diri sendiri.
Mencoba jujur sama ambisi egoisme pribadi,
mencoba kenal sama kelebihan-kelebihan yang ada,
mencoba dengan rendah hati menerima kelemahan-kelemahan kita sebagai bagian tak terlepaskan dari diri kita,
terus
mencoba berkembang sebagai pribadi berbekal semua pengetahuan itu.

Pada akhirnya tujuannya (mungkin) bukan untuk menamakan diri kita sendiri sempurna atau enggak, tapi mencapai kedamaian ketika kita berhasil menghargai diri kita sendiri dan mencintainya dengan sederhana.

None of Us is Perfect, Perfection is Boring :)

Menurut gue, menjadi diri sendiri itu nggak takut untuk nunjukkin siapa diri lo sebenernya tanpa mempedulikan apa pendapat orang lain tentang diri lo.

Kadang kita takut sama pendapat orang lain tentang kita, makanya kita lebih milih untuk menjadi sosok yang sebenernya bukan diri kita, cuma biar nggak dipandang sebelah mata sama orang lain.

Jadi diri sendiri juga berarti bisa menempatkan diri kita di waktu dan moment yang tepat.

Dengan segala kekurangan yang gue punya, gue bakal tetep berusaha untuk mensyukuri setiap hal yang udah dikasih Tuhan ke gue. Gue masih bisa makan enak, gue masih bisa beli hal-hal yang gue pengen, dll. Tapi harus gue akui, bersyukur emang hal yang susah untuk gue lakukan. Makanya gue sering ngingetin diri gue untuk inget sama orang-orang yang hidupnya masih jauh dari layak, biar gue sadar bahwa hidup gue sesungguhnya masih jauh lebih baik.

Kapan saatnya menjadi diri sendiri? Setiap saat, tentunya dengan menempatkan diri kita tanpa harus jadi diri orang lain.

None of us is perfect, perfection is boring. So don't be scared to make mistakes. Enjoy every single thing that happens in your life :)

I Don't Want to be Perfect, but I Do Want to be a Role Model

Sampai saat ini, gue sendiri masih berdebat dengan banyak orang terkait dengan statement ini. Menurut gue pribadi, jika ingin ditelaah lebih jauh, nggak pernah ada konsep yang namanya "menjadi diri sendiri".
Kenapa?
Karena semua hal dan segala sesuatu yang melekat dalam kepribadian dan karakter kita masing-masing nggak lebih dari sekedar improvisasi, inovasi, dan modifikasi dari apa yang sudah ada sebelumnya.
Ini bukan paragraf yang ditulis seorang pesimistis. Tapi kalau mau lebih fair, coba deh renungkan ini baik-baik. Berapa banyak influncer kita selama kita bernafas di bumi ini? Gak usah dibawa ribet. Dalam urusan musik, berapa banyak musisi yang kita idolakan? Berapa banyak buku-buku filsuf yang kita baca untuk dijadikan bahan perenungan mengenai kehidupan? Berapa banyak cerita-cerita inspiratif yang kita jadikan penyemangat ketika kita sedang ada dalam kesusahan? Sampai sini, gue rasa argumentasi gue cukup jelas.

Menjadi diri sendiri itu adalah proses modifikasi, inovasi, dan improvisasi dari diri orang lain yang di mana orang-orang tersebut memberikan banyak pengaruh signifikan dan sumbangsih cukup besar dalam hidup dan kehidupan kita. Menjadi diri sendiri itu mencari celah "kelebihan" dan "kekurangan", "positif" dan "negatif" dari sumber yang kita jadikan pegangan dan teladan kehidupan.
Selanjutnya, celah-celah ini yang nantinya kita isi dengan "konten" yang lebih baik untuk kemudian kita aplikasikan dalam kehidupan pribadi kita masing-masing.

Menjadi diri sendiri itu proses panjang. Bahkan, sampai satu detik sebelum kita meninggal pun, kita masih ada dalam proses ini. Hal ini sangat wajar mengingat manusia adalah mahluk yang senantiasa mengaktualisasikan dirinya.

Kita ini ada untuk sebuah tujuan.
Kita ini ada untuk melengkapi apa yang belum lengkap.
Kita ini ada untuk sebuah jawaban.
Kita ini ada untuk sebuah rancangan besar.
Kalimat ini yang senantiasa gue terapkan dan terus gue ulangi setiap hari. Dengan demikian, gue nggak akan pernah merasa pesimis dengan kekurangan yang gue miliki. Gue gak perlu takut dengan "nasib baik", "keberuntungan", dan apapun atribut orang lain yang jelas-jelas lebih baik dari apa yang gue miliki sekarang. Gue nggak perlu merasa gentar dengan tantangan yang dunia berikan!

Karena bahwasannya kesempurnaan itu adalah hasil perkalian dari ketidaksempurnaan, toleransi, dengan pengertian satu sama lain.

Menjadi diri sendiri itu gak mengenal waktu, tempat, dan batasan. Siapapun bisa melakukan proses ini. Terkait dengan konsep kesempurnaan dan ketidaksempurnaan, gue punya prinsip tersendiri.
"I don't want to be perfect, but I do want to be a role model".
Gue nggak butuh terlihat menawan dan indah untuk semua orang.

Gue memilih orang-orang memandang gue sebagai pribadi yang menginspirasi mereka.

"Be a dream, not a dreamer". Gue gak mau jadi pemimpi. Gue mau jadi mimpi itu sendiri. Dan tentu saja, mimpi yang bisa menginspirasi dan menyempurnakan kehidupan khalayak.

Gue rasa kita semua bisa kok jadi "lentera" seperti itu. Asalkan kita nggak berhenti beraktualisasi diri.

O iya, terakhir. Lantas, jika demikian, gue yakin pasti akan ada yang bertanya-tanya siapa yang orisinil di muka bumi ini?

Buat gue jawabannya dua.
Pertama, Tuhan.
Kedua, Ayam Goreng KFC!


Hehe. Godspeed, everyone! Be blessed :)

Monday, March 21, 2011

...that's why I thank God for this imperfectness...

Menjadi diri sendiri adalah lu yang bener-bener lu. Bukan meniru orang lain. Gampangnya, jangan mau terpengaruh lingkungan luar yang kita anggap lebih baik daripada apa yang kita punya.

Menjadi diri sendiri bukan berarti menolak jika 'disuruh' melakukan perubahan, tetapi lihatlah dulu perubahan yang akan dilakukan, is that will change the real personalities in you? If it is, then don't do it. If it ain't, then you might want to consider to do it.

If u apply the major changes in your self, people around u like your friends, your best friends, even your family won't recognize you. They will ask 'Who the hell are you? I don't recognize you at all.'.

Even your heart will ask your self 'who am I? This is not me.' and you will feel uncomfortable with your own self. If you change into a positive things (major positive things), sometimes people will gladly accept you, but question yourself : 'do I want to live in lie? Do I have to do this to be accepted by my surroundings?'. When you find the answer, I'm pretty sure you'll just become your own self, not live a lie. That's why, you don't apply major changes to yourself.

If I said like the paragraph before, I think you'll ask me : 'Well then? That means I don't have to change a thing in me, fab?'. The answer is in yourself actually. None of your friends are supposed that question. It really is your choice whether you want to apply some minor changes or not. However, in my opinion, we have to start making minor changes to ourself if that is better for us. Try our best if we wanna become a better person. You will find some obstacles in your way, but it will help you even become a better person. Sometimes you will fail when you want to become a better one (you want to make changes, but you couldn't. When you are in that position, people will think that you are not changing at all eventhough you try (worst, people don't even think that you want to change. Well, they don't know cos they don't see the result.), but will you quit because of that? Nope. Don't ever. Try your 'bestest' if your best is not enough.

What do i do to become myself? Well, simply because you are not perfect. No people are perfect in this whole world so, why should i be another imperfect character? Is there any reason to do that? Tell me in your comments. I'll have a response to that. How to thank my imperfectness? Easy. If I'm perfect, i will not struggle, i won't have to change. If so, why even i want life in the 1st place? It'll be fun at first, but then you have no purpose, you won't try your best because everything you do is a perfect thing. For me, I WILL APPRECIATE ANY PROGRESS YOU MADE and i care less bout the result. That's why i thank God for this imperfectness.

When to become yourself? ALL THE TIME. Don't you ever become somebody else (unless you are showing your performance in theaters or movies) because you will feel uncomfortable. Trust me, it doesn't work. Is that what you want? I don't think so.

Even if you are a LOSER to everyone, but if you have tried your best, then you are a WINNER to yourself.

Saturday, March 19, 2011

Kita Itu Unik dan Lain Dari Yang Lain!

Kalau aku sih selalu berusaha jadi diri sendiri dalam artian, karena memang kita tidak sempurna, kita tetap punya pendirian dan pegangan kalo kita itu unik dan lain dari yang lain.
Terlepas dari kelebihan dan kekurangan kita, dan karna kita tidak sempurna, orang-orang di sekitar kitalah yang menyempurnakan kekurangan-kekurangan kita.

Mereka menerima keadaan atau kekurangan kita karena mereka juga melihat kalau kita berusaha menjadi diri sendiri dan tidak mengikuti gaya-gaya atau perilaku orang lain yang tidak menunjukkan jati diri kita. Satu lagi, dengan kita jadi diri sendiri yang tidak sempurna ini, secara tidak langsung kita mensyukuri semua anugerah yang Tuhan berikan ke dalam diri dan hidup kita.
Mau ganteng kek, jelek kek, kucel kek, pendek kek, bodoh kek, tapi kita tetap terima semuanya itu dan berusaha memaksimalkan kelebihan yang kita punya.

Love the Way You Are

Menjadi diri sendiri berarti mencintai diri apa adanya. Ga perlu aneh-aneh, ga perlu ikut-ikutan jadi orang lain hanya supaya bisa dicintai dan diterima oleh orang lain. Kekurangan yang kita miliki justru yang membuat diri kita unik.

Yang dilakukan supaya tetap mensyukuri dan menjadi diri sendiri adalah dengan melakukan refleksi harian, melakukan pemeriksaan batin. Apakah hari ini saya sudah berlaku yang benar, sudah mensyukuri apa yang saya miliki, sudah melakukan perbuatan sesuai kehendak Tuhan?
Selain itu melihat bahwa di sekitar masih banyak yang tidak seberuntung saya. Semua itu membuat saya menjadi bersyukur dengan apa yang saya miliki dalam diri saya ini.
Tentu saja setiap saat saya harus menjadi diri sendiri. Nggak perlu berpura-pura jadi orang lain, kecuali ketika saya berada di pentas teater :)

Karakter Diri

Menjadi diri sendiri yaitu berfikir dan melakukan apa yang diinginkan dengan motivasi dan spirit di dalam dirinya sendiri, bukan dari orang lain.
Karna aku adalah seniman, dari karakter-karakter lukisan yang beragam macamnya aku tetap percaya pada karakter karyaku.

Saat kamu sudah menemukan apa yang harus kamu lakukan terhadap dirimu sendiri, di saat itulah kamu menjadi dirimu sendiri.

Kalo Lo Nggak Menghargai Diri Lo Sendiri, Maka Orang Lainpun Nggak.

Jadi diri sendiri itu ya bangga dengan siapa diri kita. Semua kelebihan dan kekurangan nggak menjadikan kita rendah diri atau sombong, tetapi justru menjadikan diri kita unik. Beda sama diri orang lain.

Gue pernah ada dalam fase di mana gua merasa amat rendah diri karena orang-orang di lingkungan gue cantik-cantik banget, dan mereka nggak cuma cantik, tapi ngatain orang yang nggak cantik juga. :)
Pernah banget gue melakukan usaha-usaha gimana caranya supaya jadi cantik menurut versi mereka. Sampai pada satu titik gue merasa capek kalo harus terus berusaha jadi sempurna di depan orang lain dan akhirnya setelah mikir gue jadi sadar bahwa the very first step to be yourself and be happy with who you are adalah dengan mengetahui kelebihan dan kelemahan apa yang lo punya, terus nggak menolak hal-hal tersebut tapi menerima kekurangan dan kelemahan lo dengan lapang dada.
dengan mengenal diri lo sendiri maka lo akan mencintai diri lo.

Gue punya satu filosofi, yaitu kalo lo tidak menghargai diri lo sendiri, maka orang lain pun nggak.

Gue bersyukur dengan apa yang gue punya dan terakhir berupaya mengembangkan diri sebaik mungkin ke arah yang positif.

Kapan saatnya menjadi diri sendiri? Setiap saat. Tapi yah tentu kita harus bisa memilah, sisi diri kita yang mana dan bagaimana yang akan kita tonjolkan dalam berbagai situasi. Jadi tetap jadi diri sendiri, nggak palsu, tapi juga tahu gimana caranya beradaptasi dan menempatkan diri.

Menyalurkan Hobi adalah Saat Di Mana Saya Menjadi Diri Sendiri

Menyadari bahwa kita sebagai personal mempunyai potensi, sumber daya dan karakter yang unik dan spesifik yang mungkin berbeda dengan orang lain. Ini yang membedakan kita dengan orang lain. Caranya adalah dengan sadar betul apa potensi kita dan berusaha untuk mengoptimalkan potensi tersebut melalui berbagai kegiatan.

Well, memandang secara seimbang ke atas (orang yang lebih beruntung dalam hal apapun) atau ke bawah (orang yang kurang beruntung dalam hal apapun) akan membuat saya sadar bahwa setiap orang punya jalan masing-masing dan tentu saya harus bersyukur akan jalan yang saya terima dari Tuhan. Saya suka melakukan kegiatan sosial sebagai bentuk bersyukur dan menjadi diri sendiri. Ya, mungkin saya tidak perfect namun bukan berarti saya tidak berusaha untuk mengubah atau memperbaikinya :)

Saat saya melakukan kegiatan yang saya suka di mana saya bisa menikmatinya untuk kepuasan sendiri (dan mungkin untuk orang lain juga) misalnya saat saya bermain tenis, mendengarkan musik, menulis artikel, ikut kegiatan sosial dan sebagainya. Ya, saat di mana saya bisa menyalurkan hobi saya itulah adalah saat saya bisa menjadi diri sendiri.

Imperfect is a Gift

Menjadi diri sendiri itu adalah hasil dari suatu proses.
Saya percaya bahwa diri seseorang ditentukan dan dibentuk atas pengaruh luar dan atas persetujuan diri sendiri. Untuk itu, sebelum menjadi diri sendiri, seseorang harus mendefinisikan dirinya, dan untuk itu seseorang harus mammpu menjawab pertanyaan seperti, siapa saya? apa yang saya inginkan?

Selanjutnya seseorang harus berfikir kembali, jika saya adalah A maka bagaimana tindakan saya yang seharusnya, jika saya adalah laki-laki saya sebaiknya seperti ini dan jika saya perempuan saya demikian, jika saya bercita-cita sebagai B maka langkah yang harus saya ambil adalah A,B,C dan seterusnya.

2 tahap di atas bak proposal yang sudah jadi. Sekarang saatnya implementasi. Andaikan seseorang sudah mengenal dirinya bahwa dia ingin menjadi dokter maka lakukanlah semua tindakan yang harus diambil dalam mencapainya.

Menurut saya di saat seseorang melakukan tahapan tersebut secara penuh, maka dia akan mencapai apa yang dikatakan sebagai dirinya sendiri.

PERFECT bukan persoalan
If I am perfect would i try to be more perfect? Saya tidak pernah bermasalah apalagi menyesali ketidaksempurnaan diri. Justru ketidaksempurnaan mengingatkan kita bahwa di atas sana ada Yang Maha Sempurna, bahwa manusia diciptakan untuk saling melengkapi dan untuk terus mengembangkan diri. Jadi pada intinya, semua orang yang berfikir jernih akan sadar bahwa IMPERFECT IS A GIFT.

Saat menjadi diri sendiri?
Setiap kali saya jujur maka saya percaya saya sedang menjadi diri saya sendiri yang seutuhnya. Untuk catatan, jujur bukan berarti saat saya malas belajar lalu saya jadi nggak belajar, jujur adalah melihat secara jernih, menentukan mana yang baik untuk diri sendiri dan melakukannya.

Manusia sangat dinamis, terkadang tersesat antara baik dan buruk untuk itu kembalikan semuanya pada Yang Maha Mengetahui. If ur not sure then why not ask the ONE who knows all?

Friday, March 18, 2011

Aku Bukan Malaikat

Menurutku menjadi diri sendiri itu penting karena aku nggak mau menarik orang-orang yang nggak suka dengan kepribadianku sebenarnya sehingga membuat aku berpura-pura bahkan bisa seumur hidup.
Aku lebih baik dibenci karena diri aku daripada disukai karena yang bukan sebenarnya sifatku.
Menjadi diri sendiri itu adalah bagaimana mengekspresikan diri dan perasaan kamu, dan tidak berkompromi atas apa yang menurutmu benar-benar penting, nilai yang kamu pegang teguh.
Aku tahu aku nggak baik kaya malaikat.
Tapi sifat-sifat aku adalah apa yang membuat diriku unik dan sifat-sifat itulah yang membawa diriku ke keadaan sekarang ini, yang menurutku cukup baik.
Jadi, ya... Aku bersyukur atas diri aku. Walaupun begitu, aku sadar ada hal-hal yang harus aku perbaiki. Introspeksi itu tetap penting.

Aku menjadi diri aku sendiri saat bersama orang-orang yang menurutku sudah akrab. Sering dikatain gila, labil, dan sebagainya sih. Tapi dengan menjadi diri aku sendiri, mereka bisa mengenal aku dan tau apa yang harus dimaklumi dari aku sehingga pada akhirnya mereka menerima aku apa adanya :)

Menjadi Diri Sendiri Itu Wajib!

Menjadi diri sendiri itu wajib!
Kapan? Selalu, kapan pun di mana pun dalam keadaan apapun.
Menjadi diri sendiri bukan berarti merasa paling hebat dan tidak mau belajar dari orang lain.
Menjadi diri sendiri adalah proses setelah tahu potensi diri, kita kembangkan, belajar, belajar :D.
Ketika kita merasa nyaman dan percaya diri, itu tanda kita udah menjadi diri sendiri. Kuncinya: belajar, belajar, dan bersyukur!

This is My Way, I Love My Way.

Jadi diri sendiri adalah ketika gue pake kaos butut, celana jeans, ransel item, dan sendal gunung dekil gue yang paling setia.
Menurut gue, ketika gue sangat nyaman ngobrol dengan seseorang, mengenakan sesuatu, dan melakukan apa yang bikin gue bener-bener betah, dan waktu berasa sangat cepat, itu saat gue jadi diri gue sendiri.
Yang dilakukan untuk tetap jadi diri sendiri: this is my way, i love my way. Ya tetap melakukan hal-hal yang gue suka, yang bikin gue bersyukur bisa ada di dunia ini.

Jalani Saja Hidup Sebaik-baiknya. Apa Adanya..

Menjadi diri sendiri adalah berperilaku apa adanya sesuai hati nurani sendiri, bebas dari pengaruh orang dan lingkungan sekitar.
Menjadi diri sendiri itu sulit, soalnya kadang menjadi diri sendiri tidak selalu bisa diterima oleh orang lain. Ada kalanya kita harus nyesuaiin diri sama lingkungan di mana kita berada.
Manusia nggak ada yang sempurna, pasti punya kekurangan. Tapi semuanya juga punya kelebihan. Kita semua unik, dan harus bersyukur karena kita beda-beda satu dengan lainnya. Bersyukur saja sama kelebihan yang udah kita punya, jangan melihat ke atas terus tapi harus lihat ke bawah juga.
Jalanin aja hidup sebaik-baiknya, apa adanya.

Saat di mana aku merasa nyaman dan boleh menjadi diri sendiri, misalnya di depan orang tua, di depan temen-temen deket. Saat di mana aku nggak merasa insecure kalo aku menunjukan gimana sebenernya diri aku.

Saat Gue Makan NyamNyam Sambil Nonton Happy Feet!

Kadang-kadang gue mempertanyakan "be yourself" tuh yang kaya gimana sih.
Tapi gue merasa jadi diri gue sendiri ketika gue melakukan apapun yang gue suka tanpa protes orang.
Hmm lebih tepatnya nggak peduli protes dari orang. Mungkin.
Kapan gue menjadi diri sendiri?
Jawabannya: Kalo gue lagi makan NyamNyam sambil nonton film Happy Feet hahaha!
Child side on me is so big, braader!
Bersyukur. Itu poin utama sih biar gak iri dan tidak menjadi orang lain. Caranya? nggak "mencari cara" biar jadi orang lain yang disirikin itu!

Kalau Orang Lain Bisa, Gue Juga Pasti Bisa!

Menjadi diri sendiri itu menurut gue pribadi yaitu ya apa adanya.
Yang punya kita syukuri dan kita jadikan setiap kelebihan buat memotivasi kita supaya makin bagus.

Rasa iri yang pasti itu selalu ada dalam diri gue karena itu akan membuat gue selalu belajar dan tidak males-malesan dan mendapatkan semua yang gue mau yaitu cita-cita.

Kita dilahirkan mempunyai kelebihan masing-masing jadi buat apa iri berlebihan.
Yang ada kita syukuri yang belum ada ya kita kejar supaya dapat dan prinisp gue itu kalau orang bisa gue juga bisa, cuma gimana cara dan usaha kita yang nentuin serta belum tentu yang kita bisa orang bisa itu udah membuat gue bersyukur koq,
Wajar kalau orang kadang kala merasa kurang karena kita manusia bukan Tuhan, atau dewa apalagi malaikat.

Karena Hidup Itu Lebih Berharga Dari Segalanya...

Menjadi diri sendiri itu mensyukuri diri kita apa adanya dengan segala yang kita punya, karena hidup itu lebih berharga dari segalanya.

Walapun gue nggak perfect, dengan mensyukuri gue bisa menghilangkan semua rasa kekurangan itu menjadi sesuatu yang berharga dalam hidup gue.
Walaupun gue nggak perfect gue tetap merasa bangga dan hidup ini terasa indah banget dengan apa yang kita miliki.
Gue menjadi diri gue sendiri di saat gue ingin melakukan apa yang ingin gue lakukan, yang harus gue lakukan dan apa yang seharusnya gue lakukan.

Be a Trendsetter Not a Follower

Menjadi diri sendiri itu,melihat apa yang kita punya dari yang nggak dipunya oleh orang lain dan terus mencari kelebihan itu.
Dari situ kita pasti merasa bersyukur karena kita punya hal yang nggak dimiliki orang lain dan bisa dibanggain....
Kapan jadi diri sendiri? Setiap kita merasa "Kenapa gue nggak bisa kayak dia ya?"
Nah saat itu temuin potensi yang kita miliki dan gali lebih dalam.
Be a trendseter not a follower~~

Monday, March 14, 2011

We Are Perfect in Our Creator's View :)

Menjadi diri sendiri adalah soal kejujuran, orisinalitas, dan mau menerima diri kita APA ADANYA.
Menerima itu berarti menerima segala yang baik dan buruk dalam sejarah hidup kita yang menjadikan kita seperti sekarang ini.
Menerima berarti menyadari secara penuh atas kekurangan dan kelebihan kita, serta mau berjuang melakukan yang terbaik di atas kekurangan dan kelebihan itu sambil tetap rendah diri dan mau terus belajar.
Menerima bukan berarti pasrah, tapi bertindak secara aktif. Menerima tidak berarti menjadikan itu alasan bagi setiap tindakan kita (itu loh, kan suka ada kata2 "Ya, ini diri gw" atau "Emang gw kaya' gini, mau diapain lagi?" atau yang lain yang sejenis).
Kita menerima, merangkul, memaafkan, dan belajar menjadi lebih baik setiap saat. Menjadi diri sendiri menghargai diri kita sebagai pribadi yang cuma ada satu-satunya di dunia.

"Nobody's perfect". Kalimat itu berarti tidak ada orang yang sempurna di dunia ini. Namun, di dalamnya juga tersirat, setiap orang di dunia pasti punya talenta dan kelebihan MASING-MASING yang menjadi anugerah dan berkatnya untuk dibagikan kepada orang lain, menyempurnakan orang lain. Maka, aku bersyukur bila aku, secara jujur, bisa menjadi berkat bagi orang lain. Bukan saja dalam hal besar atau terlihat, melainkan dalam hal paling sederhana yang bisa kita temui sehari-hari.
"Nobody's perfect" only valid in human point of view. But we are perfect in our creator's view :)

Kapan menjadi diri sendiri? Everytime, dear... Hopefully.. Even though It's not easy...

Ada quote, "I'd rather being hated for who I am than being loved for who I am not"

I Think I Don't Need to Wear Any Mask

Menjadi diri sendiri itu ya menjalani segala sesuatu dalam hidup kita dengan cara kita. Cara yang kita pakai itu bisa saja karena masukan dari orang lain juga (misalnya orang tua, keluarga, teman, dll).
Tapi tetap pada akhirnya kita yang memilih berdasarkan pertimbangan kita sendiri, menggunakan akal budi kita, pikiran, nilai-nilai yang kita anut, serta (mungkin melibatkan) perasaan dan insting juga...
Well, nggak ada orang yang sama loh, jadi cara kita pasti beda-beda satu sama lain... :)

Well, kita dituntut untuk sempurna seperti Bapa di surga adalah sempurna...
Aku berusaha mencapai itu dengan berusaha selalu total dalam segala sesuatu yang aku kerjakan.
Sekolah, kerja, nyanyi, dan tentunya pelayanan...
Untuk give thanks ke Tuhan, I choose to sing about it.. :)

Aku biasanya menampilkan diri sendiri tanpa persona apapun saat sendirian di kamar atau di closet, atau saat di antara teman-teman dekat. At those places, I think I don't need to wear any mask.

Sunday, March 13, 2011

Be Originally YOU!

Jadi diri sendiri berarti jadi apa yang lo mau.
Tapi tanpa ada intervensi dari siapapun.
Tanpa ada topeng.
Tanpa mengikuti orang lain atau apa yang dimaui oleh orang lain.

Jadi diri sendiri juga termasuk menerima kelebihan dan kekurangan diri sendiri. dengan seperti itu, kita akan menjadi lebih percaya diri dan orisinil.
Toh semua orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing kok, tidak ada yang sempurna.

Kelebihan dapat dijadikan suatu hal positif untuk kita terus maju dan kekurangan bisa dijadikan hal yang memicu kita untuk lebih berkembang lagi.
Jangan minder sama diri sendiri, jangan iri juga sama orang lain.
Semua orang punya jatahnya masing-masing. Semua orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Itulah yang membuat kita ada di dunia.
Kita ada di dunia untuk saling melengkapi satu sama lain dan membuat dunia ini lebih berwarna :D

Menurut gue, setiap saat kita harus menjadi diri kita sendiri. Tetapi tidaklah terlalu kaku, harus fleksibel dan mengikuti kondisi di sekitar kita.
Bukan maksudnya ikut-ikutan, tapi liat sikon lah ya.
Kemampuan untuk bisa menempatkan diri tanpa mengubah diri sendiri juga penting :D

Gue Bukan Orang Sempurna Tetapi Bukan Berarti Gue Harus Diam

Menjadi diri sendiri bukanlah cuma menerima diri sendiri tapi mengembangkannya...
Bukan cuma diam tapi bergerak.
Gue bukan orang sempurna tetapi bukan berarti gue harus diam.
Terus belajar.
Gue sih orang yang bisa menempatkan diri.
Gue menyesuaikan lingkungan.
Saat tegas gue tegas,
saat ceria gue ceria.
Dan, gue suka melihat orang tersenyumm...

Not Pretend to be Someone Else

Setiap saat, Monica is perfectly Monica.
Menurutku, menjadi diri sendiri itu adalah saat kita melakukan tindakan-tindakan seturut pemikiran kita,
dan
tidak berpura-pura untuk menjadi suatu pribadi lain demi tujuan apapun.
Setiap orang itu "unik" dengan segala kelebihan dan kekurangannya,
itulah alasan yang membuatku bersyukur bahwa aku Monica :)

Mensyukuri Hal-hal Kecil

Jadi diri sendiri??
Yaa jadi diri lo apa adanya, tanpa pengaruh siapa-siapa..
Tunjukin sifat asli lo, namun tetep tahu di mana harus bertindak atau bersikap dengan baik dan pantas sesuai dengan tempat dan situasinya.

Yang disyukuri adalah segala sesuatu yang gue miliki.. karena belum tentu orang lain bisa punya hal-hal yang gue punya.. mulai dari hal-hal kecil aja.. bisa makan 3 hari sekali, bisa punya hp, bisa punya temen banyak.

Memang mata manusia sering melihat ketidaksempurnaan, namun satu hal yang harus dipercaya, kita ini ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Tinggal kita aja yang bisa menggunakan diri kita secara baik atau tidak.

Jangan Pernah Menganggap Diri Sendiri Inferior!

Menjadi diri sendiri artinya menerima segala kapabilitas yang inheren pada diri kita. Diri sendiri tidak dibentuk atas spontanitas, karena tentunya ada infiltrasi nilai-nilai dari pihak eksternal, terlepas itu baik atau buruk.

Kata sempurna itu perlu dipilah dalam dua dikotomi besar: Sempurna sebagai makhluk hidup, dan sempurna sebagai manusia.
Jika sebagai makhluk hidup, jelas manusia merupakan ciptaan-Nya yang paling sempurna. Akan tetapi, sebagai manusia, kesempurnaan itu adalah omong kosong, karena tidak ada manusia yang dapat dikategorikan 'sempurna' di antara mereka sendiri. Sebagai kompensasinya, kita perlu berusaha semaksimal mungkin untuk menyempurnakan kapabilitas yang kita miliki, misalnya jika kita ahli di bidang eksakta, tekuni bidang tersebut sebisa mungkin, meskipun kita memiliki kelemahan di bidang seni. Jangan pernah menganggap diri inferior ketika kita tidak mampu dihadapi pada sesuatu yang tidak kita kuasai, karena sekali lagi tidak ada kata kesempurnaan pada diri manusia.

Saya selalu menjadi diri sendiri ketika saya berhadapan dengan orang lain, karena setiap interaksi sosial yang saya lakukan menjadikan saya sebagai diri sendiri (dengan segala karakteristik yang inheren pada diri saya sendiri), dan tentunya saya bangga atas diri saya sendiri.

"reaching perfectness"

Menjadi diri sendiri artinya lo punya otoritas penuh atas diri lo.
Segala unsur yang ada di dalam diri ini hanya kita yang berhak mengendalikan...
baik itu karakter, ide, prinsip, ataupun idealisme (tidak ada pihak eksternal yang menmpengaruhi) dan kita merasa nyaman dengan semua itu.

Hanya saja,
gue pribadi merasa menjadi diri sendiri nggak terbentur pada proses internalisasi aja, akan lebih "gue banget" kalo nilai-nilai positif yang udah kita punya bisa merangkul lingkungan sekitar :)

Dengan keterbatasan yang gue punya, gue sadar kalo i am not PERFECT (dilihat dari standar ideal manusia pada umumnya).
Yet, gue tidak punya "keterbatasan" agar bisa mengembangkan diri untuk setidaknya menuju PERFECTNESS itu sendiri.
Bagi gue, usaha untuk selalu jadi lebih baik adalah sebuah pertanda dari kesempurnaan insan.
Hence, "process for being perfect is the sign of perfectness".
I beg you to propose, hehe.

RELIEVE YOUR SELF BY BEING YOU!

Saturday, March 12, 2011

Ketika Gue Merasa Nyaman

Jadi diri sendiri itu
ketika
nggak terlalu pusing
dengan apa kata orang
selama diri gue gak merugikan orang lain
dan
gue merasa nyaman.

Pendefinisian Diri Seumur Hidup

"Jadi diri sendiri?
Emang ada yang bisa definisiin siapa diri kita sebenernya? Bukannya itu proses pembentukan seumur hidup ya?"

Jadi kalo ditanya menjadi diri sendiri itu apa, gue ga bisa jawab. Gue sendiri aja belom sepenuhnya kenal siapa gue :P

Menjadi diri sendiri adalah menjalani proses pembentukan diri yang mungkin bakal menghadapkan kita sama konflik internal dan eksternal, menjadi diri sendiri adalah penyeimbangan penempatan kenyamanan kita dan kepentingan orang banyak. Ga bisa dong, orang secuek gue yang doyan pake baju belel tiba-tiba dateng meeting perusahaan dengan baju seadanya.

Jadi begitu..
Bingung yak? Gue juga bingung kok. Karena bagi gue ini adalah pertanyaan nggak bakal terjawab karena pendefinisian diri gue masi minim. Baru juga 21 tahun :)

Aku Mewarnai Dunia!

Menjadi diri sendiri itu menerima kelebihan dan terutama kekurangan yang dimiliki.
Bersyukur dengan semua itu,
dan tetap berpikir bahwa AKU SEBAGAI MANUSIA YANG MEWARNAI DUNIA,
tanpa aku,dunia tidak cerah sebagaimana mestinya.
Percaya,bahwa eksistensi setiap manusia adalah berharga.Itu yang membuatmu percaya diri dan kemudian dapat bermanfaat bagi org lain :):)

Jadilah Dirimu Sendiri yang Terbaik!

Jangan hanya: Be your self.. tapi "BE YOUR BEST SELF"
Jadilah DIRIMU SENDIRI yang TERBAIK!;)

Kita lahir dengan minimal perpaduan 2 watak dasar:
2 dari Sanguinis, Melankolis, Koleris atau Pleghmatis.
Nah,jangan hanya MENJADI seperti 2 watak dasar tersebut, tapi kita "HARUS" bisa Berkembang & Bertumbuh MEMILIKI KEKUATAN POSITIF dari ke-4 watak dasar tersebut dan meminimalkan KELEMAHAN NEGATIF yang ada pada kita
Karena KRISTUS pun telah MENJADI demikian.

Perfect itu Kosong dan Biasa

Semua itu kosong dan biasa,
tapi kita perlu menyadari bahwa sesunggunya tidak perlu menuntut dan membuat rumit.
Karena hidup selayaknya hidup, semua hal adalah biasa dan semestinya.
Jadi buat gue pribadi gak perlu neko-neko.
Gue sadar akan diri gue dan segla sesuatunya,
setelah sadar kita akan bisa melihat bahwa segalanya adalah biasa dan akhirnya selesai
dengan demikian sudah menjadi diri sendiri yang senantiasa mensyukuri ke-tidakperfect-an tapi tetap berusaha mendekati PERFECT.

Tuhan Itu Adil Kok

Menjadi diri sendiri adalah saat dimana kita tahu bahwa kita tidak sedang berbohong dalam segala tindakan kita baik ke orang lain maupun diri sendiri.
Cara buat jadi diri sendiri?? Ga usah iri berlebihan sama orang lain dan percaya bahwa Tuhan itu adil kok soalnya kalo kita ngurangin rasa iri kita, gw yakin kita bisa lbh fokus sama apa yang kita punya dan yang bisa dikembangin... semakin lo sadar mengenai diri lo, smkn lo bisa pede dan jadi diri lo sendiri.

Cara gue untuk tetap mensyukuri adalah HAHAHA gue selalu senyum pas ngaca. Bukan maksud biar keliatan lebih cakep tapi gue jadi bisa ngrasa lebih tulus dalam brsyukur setelah tersenyum itu. Coba deh!
Dan biar gue tetep jadi diri sendiri, gue selalu mencoba meskipun kadang susah untuk mengubah rasa iri gue terhadap orang lain jadi rasa kagum.
Soalnya rasa kagum itu nilainya lebih positif daripada rasa iri dan percaya ga percaya, rasa positif bisa memicu semangat kita dalam hal-hal yang positif juga kayak coba mengembangkan apa yang udah dan mencari apa yg belum kita punya.
THE END

Forgiving

Menjadi diri sendiri adalah
sadar dengan kemampuan dan kekurangan diri sendiri tanpa harus mengingkari kekurangan-kekurangan tersebut.
Yang saya lakukan
untuk tetap mensyukuri
dan menjadi diri sendiri
adalah
MEMAAFKAN diri saya sendiri.

I am what I am

"I am what I am.
I'm just trying to ride on this life not to live this life."

Gue ya gue, gue itu ya ketidaksempurnaan itu sendiri, karena kalo sempurna bukan gue namanya.

Acceptance

"Acceptance. Take it or leave it. Terima diri lo apa adanya, kalo ga mau terima, mati aja."

I'm imperfect, but I'm perfectly me.

My body isn't perfect
I don't walk with confidence
I get into fights with my parents and friends.

Some nights I'd rather be by myself than out partying.
I cry over the smallest things sometimes.
There are days that I get through with forced smiles and fake laughs.
Sometimes I try to convince myself that things are okay when they're not.
I'm not ugly but I'm not beautiful.
I don't look as good in real life as I do in pictures.
There are some night that I cry myself to sleep.
I constantly think I'm not good enough.
I'm imperfect, but I'm perfectly me.