Tuesday, March 22, 2011

I Don't Want to be Perfect, but I Do Want to be a Role Model

Sampai saat ini, gue sendiri masih berdebat dengan banyak orang terkait dengan statement ini. Menurut gue pribadi, jika ingin ditelaah lebih jauh, nggak pernah ada konsep yang namanya "menjadi diri sendiri".
Kenapa?
Karena semua hal dan segala sesuatu yang melekat dalam kepribadian dan karakter kita masing-masing nggak lebih dari sekedar improvisasi, inovasi, dan modifikasi dari apa yang sudah ada sebelumnya.
Ini bukan paragraf yang ditulis seorang pesimistis. Tapi kalau mau lebih fair, coba deh renungkan ini baik-baik. Berapa banyak influncer kita selama kita bernafas di bumi ini? Gak usah dibawa ribet. Dalam urusan musik, berapa banyak musisi yang kita idolakan? Berapa banyak buku-buku filsuf yang kita baca untuk dijadikan bahan perenungan mengenai kehidupan? Berapa banyak cerita-cerita inspiratif yang kita jadikan penyemangat ketika kita sedang ada dalam kesusahan? Sampai sini, gue rasa argumentasi gue cukup jelas.

Menjadi diri sendiri itu adalah proses modifikasi, inovasi, dan improvisasi dari diri orang lain yang di mana orang-orang tersebut memberikan banyak pengaruh signifikan dan sumbangsih cukup besar dalam hidup dan kehidupan kita. Menjadi diri sendiri itu mencari celah "kelebihan" dan "kekurangan", "positif" dan "negatif" dari sumber yang kita jadikan pegangan dan teladan kehidupan.
Selanjutnya, celah-celah ini yang nantinya kita isi dengan "konten" yang lebih baik untuk kemudian kita aplikasikan dalam kehidupan pribadi kita masing-masing.

Menjadi diri sendiri itu proses panjang. Bahkan, sampai satu detik sebelum kita meninggal pun, kita masih ada dalam proses ini. Hal ini sangat wajar mengingat manusia adalah mahluk yang senantiasa mengaktualisasikan dirinya.

Kita ini ada untuk sebuah tujuan.
Kita ini ada untuk melengkapi apa yang belum lengkap.
Kita ini ada untuk sebuah jawaban.
Kita ini ada untuk sebuah rancangan besar.
Kalimat ini yang senantiasa gue terapkan dan terus gue ulangi setiap hari. Dengan demikian, gue nggak akan pernah merasa pesimis dengan kekurangan yang gue miliki. Gue gak perlu takut dengan "nasib baik", "keberuntungan", dan apapun atribut orang lain yang jelas-jelas lebih baik dari apa yang gue miliki sekarang. Gue nggak perlu merasa gentar dengan tantangan yang dunia berikan!

Karena bahwasannya kesempurnaan itu adalah hasil perkalian dari ketidaksempurnaan, toleransi, dengan pengertian satu sama lain.

Menjadi diri sendiri itu gak mengenal waktu, tempat, dan batasan. Siapapun bisa melakukan proses ini. Terkait dengan konsep kesempurnaan dan ketidaksempurnaan, gue punya prinsip tersendiri.
"I don't want to be perfect, but I do want to be a role model".
Gue nggak butuh terlihat menawan dan indah untuk semua orang.

Gue memilih orang-orang memandang gue sebagai pribadi yang menginspirasi mereka.

"Be a dream, not a dreamer". Gue gak mau jadi pemimpi. Gue mau jadi mimpi itu sendiri. Dan tentu saja, mimpi yang bisa menginspirasi dan menyempurnakan kehidupan khalayak.

Gue rasa kita semua bisa kok jadi "lentera" seperti itu. Asalkan kita nggak berhenti beraktualisasi diri.

O iya, terakhir. Lantas, jika demikian, gue yakin pasti akan ada yang bertanya-tanya siapa yang orisinil di muka bumi ini?

Buat gue jawabannya dua.
Pertama, Tuhan.
Kedua, Ayam Goreng KFC!


Hehe. Godspeed, everyone! Be blessed :)

No comments:

Post a Comment