Menjadi diri sendiri itu menurutku bebas. Bukan berarti tanpa aturan, melainkan turut memperhitungkan pakem-pakem serta keberadaan orang lain.
Balik lagi, menjadi diri sendiri itu jujur. Jujur pada apa yang kita suka dan tidak suka. Ketika kamu sudah melakoni kegiatan yang kamu cintai, di situlah saat ketika kamu menjadi diri sendiri.
Entah mengapa hingga sekarang prinsip saya masih "Kerjakanlah apa yang kamu cintai, bukannya cintailah apa yang kamu kerjakan." Karena, ketika saya mulai merasa membohongi diri dan memaksakan suatu rasa ke dalam diri saya, kok rasanya seperti sudah bermain peran, dan terkesan saya tidak jujur... munafik... bukan menjadi diri sendiri.
Nah, itu sampai sekarang sering saya lakukan. Maka seringkali saya tidak bahagia dan tidak puas karena saya bagai robot yang harus ikut ke sini dan ke sana. Saya tidak betah dikontrol, diatur, dan dipaksa terpaku pada nilai atau norma tertentu. Toh saya mempunyai otoritas atas tubuh saya sendiri. Aku orangnya njelimet, dan itulah aku ketika menjadi diri sendiri. Hehehe..
Pastinya, makin ke sini, aku belajar untuk menerima dan memaklumi diri sendiri, bahwa masing-masing kita ini berbeda satu sama lain. Tidak perlu menyesali betapa diri saya ini kurang supel dibanding orang lain. Justru dengan melepaskan rasa sesal itu, malah kita dapat menjadi orang yang lebih legawa dan bisa supel menurut gaya kita sendiri. Saya unik, aneh, atau apalah.. dan saya bahagia akan label itu :)) Mungkin itu jadi salah satu caraku mensyukuri ketidaksempurnaanku.
Bahwa ada sesuatu yang Tuhan simpan dalam diri kita, yang harus diasah, dan tidak akan kelihatan kalau kita terus bercermin pada orang lain. Ada saatnya kita melihat seseorang sebagi role model, namun ada saatnya juga kita berbicara kepada diri kita, "Halo.. saya widha.. tubuh, jiwa, pikiran, dan hati.. Widha yang asli itu seperti apa ya??"
aku merasa jadi diri sendiri ketika sedang mengerjakan hobiku.
Melukis, menulis, membaca, crafting, melamun lalu ketiduran, jalan kaki di trotoar, berkomentar sesuai isi hatiku, berenang, ribet ngatur warna untuk pakaian yang kukenakan seharian itu, mengekspresikan perasaan sayang kepada orang yang aku cintai dengan leluasa, dll.
Indikator yang menunjukkan kalau aku telah menjadi diri sendiri itu gampang: aku puas, lebih mudah tersenyum, memandang dunia lebih luas dan tidak hanya sebatas emosi, waktu seakan berjalan lebih cepat, dan cobaan rasanya lebih nikmat untuk dijalani.
No comments:
Post a Comment