Menjadi diri sendiri adalah soal kejujuran, orisinalitas, dan mau menerima diri kita APA ADANYA.
Menerima itu berarti menerima segala yang baik dan buruk dalam sejarah hidup kita yang menjadikan kita seperti sekarang ini.
Menerima berarti menyadari secara penuh atas kekurangan dan kelebihan kita, serta mau berjuang melakukan yang terbaik di atas kekurangan dan kelebihan itu sambil tetap rendah diri dan mau terus belajar.
Menerima bukan berarti pasrah, tapi bertindak secara aktif. Menerima tidak berarti menjadikan itu alasan bagi setiap tindakan kita (itu loh, kan suka ada kata2 "Ya, ini diri gw" atau "Emang gw kaya' gini, mau diapain lagi?" atau yang lain yang sejenis).
Kita menerima, merangkul, memaafkan, dan belajar menjadi lebih baik setiap saat. Menjadi diri sendiri menghargai diri kita sebagai pribadi yang cuma ada satu-satunya di dunia.
"Nobody's perfect". Kalimat itu berarti tidak ada orang yang sempurna di dunia ini. Namun, di dalamnya juga tersirat, setiap orang di dunia pasti punya talenta dan kelebihan MASING-MASING yang menjadi anugerah dan berkatnya untuk dibagikan kepada orang lain, menyempurnakan orang lain. Maka, aku bersyukur bila aku, secara jujur, bisa menjadi berkat bagi orang lain. Bukan saja dalam hal besar atau terlihat, melainkan dalam hal paling sederhana yang bisa kita temui sehari-hari.
"Nobody's perfect" only valid in human point of view. But we are perfect in our creator's view :)
Kapan menjadi diri sendiri? Everytime, dear... Hopefully.. Even though It's not easy...
Ada quote, "I'd rather being hated for who I am than being loved for who I am not"
No comments:
Post a Comment